Pasar Tradisional sebagai Sumber Penciptaan Seni
Liputan Diskusi Bulanan BPPI Mei 2012
......... Terinspirasi oleh beberapa pasar tradisional di Solo seperti Pasar Gede, Windujenar, Kembang, Legi dan pasar Klewer, penyelenggaraan kegiatan kreatif yang memanfaatkan ruang-ruang dalam pasar tradisional ini digawangi oleh para anak muda Solo. Heru Prasetya dkk, pendiri Rumah Karnaval Indonesia berinisiatif mengajak sejumlah anak muda untuk ikut dalam kegiatan ini. Ternyata banyak yang antusias untuk terlibat, padahal kabarnya, informasi ajakan ini diawali hanya dengan lewat facebook yaitu melalui akun RedBatikSolo.
Tantangan dan hambatan dalam mengajak serta anak-anak muda yang semula berjumlah ratusan dan akhirnya tinggal 30an orang yang sebagian besar mahasiswa, ternyata tidak mematikan semangat kelompok ini untuk terus bergerak melestarikan pusaka melalui kegiatan kreatif di pasar-pasar tradisional di Surakarta. Heru mengatakan bahwa pasar – pasar Tradisional di Solo mempunyai ciri khas masing – masing, sehingga inspirasi yang muncul semakin banyak. Bahkan dalam waktu ke depan akan merambah ke Pasar Johar di Semarang. Lebih luar biasa lagi dalam pasar Tong Tong di Belanda kelompok ini diundang untuk tampil selama 3 hari yaitu tgl 19, 22 dan 23 Mei 2012. Kesemuanya dalam nafas kesukarelawanan yang patut diacungi jempol!




